Salahkah aku manaruh harap terhadapmu?
Kurang tepatkah aku memberi rasa kepadamu?
Dan bodohkah aku yang selalu menginginkanmu?
Sedangkan. .
Kau terus mengecewakanku tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun
Menyakitiku dan tak peduli apa yang kurasakan.
Kadang seperti sengaja ingin membiarkan ku pergi.
Tahukah kamu?
Berapa banyak luka yang pernah aku derita.
Setengah mati aku bertahan dengan seribu cerita kelam, pura-pura tersenyum padahal perih menari-nari dijiwa.
Saat kau menemukanku dengan ketidakberdayaanku kau bertindak seperti pembawa obat seperti ingin menyembuhkan luka-luka ku, melenyapkan segala sakitku hingga aku merasa ketergantungan dan tak bisa bila tanpa hadirmu.
Sekarang kau seolah sengaja ingin membunuhku, membiarkan luka itu berdarah kembali dan menambahnya dengan sayatan sayatan baru.





