RSS

Nek, bolehkah aku bicara sebentar. .

Lewat tulisan ini aku curahkan semua yang ingin kukatakan karena hanya cara ini yang aku bisa sebab sekarang tak lagi seperti dulu, nenek sudah tak bisa kutatap dan tak bisa mendengar apa yang kuucapkan lagi. Nek, mungkin ini berita yang sangat mengejutkan bagimu dan kau pasti berharap tak pernah mendengarnya namun aku tak bisa menyimpannya sendiri karena dari dulu tugasku adalah menjadi informan buat nenek. Aku tak tau harus darimana memulainya untuk mengatakan ini pada nenek agar tak melukaimu. Malam ini aku dirundung pilu nek, dia cucu bungsumu, adik bungsuku yang dulu kau ajarkan sholat kau paksa untuk pergi mengaji dia terkena musibah nek. Saat ini dia berada dalam suatu kasus yang mungkin bisa mengantarkannya ke jeruji besi karena kesalahan dia yang aku yakin dia pasti tak sengaja melakukannya. Katanya dia sudah 2 minggu di penyidik menunggu vonis dan dana tebusan. Maafkan aku telah lalai untuk mengawasi dan mengingatkannya, aku tak lagi bisa menjaganya seperti saat kami masih anak-anak. Aku tak setangguh dulu ketika membelanya dari semua anak-anak jahat disekolah yang ingin mengganggunya, aku dulu selalu berjuang habis-habisan untuknya tak peduli perempuan atau laki-laki dan seberapa kuat anak-anak nakal itu. Perih sekali hatiku membayangkan apa yang mungkin orang-orang berseragam dinas itu lakukan terhadapnya, ingin sekali menemuinya meringankan deritanya dan melindungi tubuh ringkihnya tapi aku tak mampu aku hanya bisa mendoakannya supaya dia diberi kekuatan dan ketabahan atas ujian ini. O iya nek, suatu hari dia pernah datang menemuiku bicara panjang lebar dan mengeluhkan hidupnya, dia bilang beban hidupnya semakin berat aku bisa melihat roman kepedihan di wajahnya walaupun dia berusaha menutupi. Dia juga bilang satu hal nek bahwa dia merindukan nenek, dia menyesal dulu bandel dan sering mengabaikan nasihat nenek. Nek, nenek jangan sedih, jangan nangis semua pasti baik-baik aja dede pasti bebas aku yakin nek. Besok bapakku dan bapaknya mau menjenguknya.

-Teteh, cucu sulungmu (Informan nenek)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Marriage

Pernikahan seolah menjadi klimaks dalam kehidupan setiap orang khususnya perempuan meskipun pada kenyataan sering berakhir menjadi antiklimaks. Seorang perempuan yang masih lajang diusia 20 keatas sering menjadi topik hangat perbincangan dengan pertanyaan serupa "kapan menikah?","kenapa belum menikah?". Padahal pernikahan adalah suatu peristiwa sakral dimana 2 orang saling mengikat janji, bukan cuma janji kepada pasangannya tetapi juga janji kepada Tuhan untuk saling menjaga sampai maut memisahkan. Oleh karena itu butuh pemikiran yang benar-benar matang serta pasangan yang benar-benar siap untuk berjalan bersama menuju mahligai itu.

Disisi lain kadang saya merasa iri dengan laki-laki yang bisa menjalani masa-masa lajangnya lebih lama dibanding perempuan.  Jujur, ruang yang saya punya terlalu sempit untuk ukuran pemimpi yang obsesif seperti saya. Banyak hal dalam hidup ini yang belum sempat saya raih tetapi jika mengingat usia, saya merasa sudah bukan masanya lagi mengejar mimpi dan cita-cita. Apalagi orangtua sudah mulai minta dibawakan calon mantu, maklum saya anak pertama jadi mereka tak sabar ingin menikahkan dan menjadi wali.

Namun, sampai detik ini saya belum merasa siap untuk menikah meskipun hampir semua teman-teman sudah pada gendong anak. Ingin sekali mengubah pola pikir yang rumit dan berbelit ini, untuk cepat-cepat menikah dan hidup BAHAGIA bersama sang suami. Nah, kata BAHAGIA itu juga yang kadang menjadi salah satu kekhawatiran saya sebab mereka bilang dalam berumah tangga ternyata tidak seindah yang kita pikirkan ketika masih gadis.

Seperti biasa kalau ada anak gadis orang yang menikah mama pasti telpon dan tadi mama nelpon lagi "Teh anaknya pak ×××× nikah hari ini, terus teteh kapan?" Aku senyum aja nanggapinnya. "Teteh belum ada calonnya ma!"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Harapan Baru

Esok
Saat pagi datang menjelang,
Ketika fajar menggeliat dari peraduannya,
Saat burung berdendang bersahutan
Dan butiran embun menetes dari dedaunan
Saat itu harapan baru ku bangun tepat diatas hamparan takdir yang Tuhan gelar.

Semua akhir pasti memiliki awal sebagai pembukanya
Setiap awal pasti akan menemukan akhir dipenghujung kisahnya.
Awal yang buruk tak selalu berakhir buruk. Tetapi sesuatu yang diawali kebaikan akan selalu menjanjikan kebahagiaan.
Ingat akhir bahagia itu ada hanya saja waktu dan kesempatannya yang berbeda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS