Banyak hal telah mematahkan harapan yang terpupuk ribuan hari lamanya. Segenggam harapan dari seorang gadis kecil yang tidak tahu menahu tentang alur dunia nyata. Hanya imajinasi dan obsesi terukir indah di mungilnya ruang yang ia miliki. Suci tanpa kebencian.
Tetapi kini imajinasi dan obsesi itu menjadi sumber kepedihan, ia berontak dalam ketidakberdayaan. Menggertak hari demi hari tak berkesudahan. Menggugat keadilan dari takdir yang Tuhan gariskan.
Tak terhitung berapa banyak keinginan untuk beranjak dari cengkraman dahsyat yang mengikat erat jiwa. Terasa lelah dengan deraian air bening yang tak kunjung reda.
Ingin berlari terus dan terus sampai hilang rasa sakit ini. Tak ingin menoleh kebelakang, tuk kemudian menginjak duri-duri itu lagi.
Maaf wahai masa kecilku, aku tak mampu menjadi apa yang kau impikan, tak berdaya memperjuangkan senyuman, dari jutaan angan disaat kau membuka mata. Aku gagal membawa pelangi yang dulu selalu kau lukis dikanvas setiap pagi.
Karena inilah dunia nyata tak selalu berakhir indah seperti kisah-kisah dongeng yang kau baca dikala senja.
Ungkapan Penyesalan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar
What do you feel? Please write it on. .