RSS

Aku Dan Serpihan Lukaku

Diakui atau tidak, ini tetap perasaan dan perasaan ini adalah sumber dari semua rasa sakit yang kuderita. Aku berusaha biasa saja tapi tak bisa.
Kilasan-kilasan peristiwa yang telah berlalu itu selalu terekam berulang-ulang dibenakku membuat ku semakin terpuruk dan merasa tak diinginkan.
Sebuah luka memang tak selalu terlihat oleh mata meskipun sebenarnya sakitnya sungguh mematikan. Tak pernah ada yang tahu bagaimana rasanya sebuah kesakitan yang aku rasa dan aku menjamin tak akan ada yang mengerti sebab mereka cuma mendengar sedangkan aku yang mengalami. "Sabar, bersyukur, dan selalu berfikiran positif, jangan terlalu mendramatisir dan terlalu mendalami hal yang cukup sepele." Kalimat itu mungkin sangat ringan terlontar dari mulut siapapun tetapi bukankah teori lebih mudah dibandingkan dengan praktek langsung?
Aku tersenyum getir diantara hujaman-hujaman tajam belati berusaha berdamai dengan perih yang menggelayut tiada henti.
Aku tertawa seperti orang gila berharap air mata mengering namun tak kunjung jua. Ingin cerita tapi pada siapa aku tak percaya mereka, sedikitpun tidak.
Tuhan, aku berharap Engkau tak pernah bosan mendengar rintihan-rintihan doaku. Aku mohon jangan biarkan ku larut dalam isak tangis dan duka lara. Jangan tinggalkan aku, sebab tanpa pertolonganmu aku tak berdaya. Aku yakin Engkau sangat menyayangiku meskipun seisi dunia tak menginginkanku. Genggam aku seperti aku menggenggamMu di jiwaku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

What do you feel? Please write it on. .