RSS

Kepingan Rindu Yang Membeku

Tak usah kau bakar lagi sisa-sisa kenangan itu karena ia sudah hancur jadi abu. Kelabu. Terbang menjadi debu.
Pergi saja ke tengah lautan biru dan akan kau dapati kepingan-kepingan rindu yang membeku. Tak pernah bisa mencair walau musim berlalu. Ya, rindu itu milikmu.
Seberapa merdukah lantunan-lantunan nada yang sempat kau nyanyikan dahulu kepadaku hingga sayup-sayup indah syairnya masih menghuni ruang ingatanku.
Ingatkah akan janji yang sempat kau patri didinding gelap sang malam. Ketika purnama tak bulat sempurna, kau pernah berjanji bukan? Bahwa kau tak akan pernah bersembunyi dibalik temaram, sebab adakalanya cahaya sepasang kunang-kunang akan padam, tenggelam, hilang ditelan malam.
Aku tak menemukanmu senja ini bahkan ketika gelap belum merayap menumpahkan warna hitam dikaki langit.
Sayang. .
Bathinku coba menerka, kau pasti menepati janji aku tahu kau tak bersembunyi itu sebabnya mengapa aku terus menanti. Aku menanti hingga bola api membakar harapan dibalik muka pucat pasi.
Tidak, kau memang tak bersembunyi tetapi memilih pergi dan membiarkan ku berdiri sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

What do you feel? Please write it on. .