Entah ini malam kesekian, tak ada bilangan pasti tuk menghitungnya. Namun rumput yang tadinya hijau telah kering dan menguning sekarang. Mungkin itu cukup sebagai saksi berapa lama aku berdiri disini menanti angin membisikkan kabar tentangmu.
Menjadi seperti ini seolah candu, membiarkan bayangmu menguasai hening yang semakin bising. Terasa amat perih tapi kunikmati. Sungguh tak ada pilihan untuk menghindar bahkan ketika ku terlelap kau menemuiku dalam buaian.
Aku merindukanmu. . .






0 komentar:
Posting Komentar
What do you feel? Please write it on. .